Tampilkan postingan dengan label IPA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Desember 2018

Materi IPA SD kelas 6 : BAB VI Perubahan Benda

A. PENYEBAB PERUBAHAN BENDA
   Benda yang ada dilingkungan sekitar senantiasa mengalami perubahan. Batuan yang ditumbuhi oleh lumut lama-kelamaan dapat hancur. Besi yang tidak dipelihara juga dapat mengalami perkaratan. Sampah yang ditumpuk akan mengalami pembusukkan. Faktor yang dapat menyebabkan perubahan pada benda meliputi pelapukkan, perkaratan, dan pembusukkan.

1. Pelapukkan
   Pelapukkan merupakan suatu proses alami yang terjadi di muka bumi ini. Pelapukkan dapat terjadi dalam kurun waktu yang singkat maupun lama. Pelapukkan yang terjadi pada batuan akan membentuk tanah. Pelapukkan yang terjadi pada batu disebabkan oleh lumut. Selain lumut, ada dua faktor yang menyebabkan terjadinya pelapukkan, yaitu faktor alam dan faktor biologis. Pelapukkan yang disebabkan karena faktor alam disebut dengan pelapukkan fisika. Sedangkan pelapukkan yang disebabkan karena faktor biologi disebut pelapukkan biologi.

a. Pelapukkan Fisika
   Pelapukan fisika terjadi apabila batuan dihancurkan oleh faktor alam. Misalnya angin, air, suhu, dan tekanan. Pelapukkan fisika umumnya disebabkan oleh pengaruh sinar matahari dan perubahan suhu berupa pemanasan dan pendinginan.
   Tanah yang kita pijak terbentuk dari batuan. Batuan yang mengalami pemanasan pada siang hari akan memuai atau mengambang. Pada malah hari, batuan akan menyusut karena mengalami pendinginan. apabila keadaan demikian terjadi terus menerus, lama-kelamaan batuan menjadi lapuk, retak, kemudian pecah dan hancur menjadi tanah. Perubahan suhu menyebabkan batuan mengalami keretakan ketika batuan mengambang dan mengempis.
   Air juga dapat menyebabkan pelapukan batuan. Di dalam gua terkadang dijumpai batu yang runcing yang disebut stalagmit dan stalagtit. Batu kapur pada dinding gua mengalami pelapukan oleh air hujan yang mengandung karbon dioksida. Batu kapur perlahan-lahan terkikis dan mengalami pelapukan. tetesan air yang jatuh di lantai gua dan meninggalkan timbunan kapur membentuk stalagmit. Pengikisan yang terjadi pada batu kapur di atap gua akan membentuk stalagtit.
b. Pelapukan Biologi.
   Pelapukan biologi terjadi karena adanya kegiatan yang dilakukan oleh makhluk hidup. Misalnya kayu yang berlubang dan lapuk disebabkan oleh rayap. Hewan ini memakan kayu sehingga kayu menjadi lapuk. Kayu yang lapuk lama-kelamaan dapat roboh.
   Selain kayu, batuan juga dapat mengalami pelapukan biologi. Pelapukan biologi terjadi apabila batuan ditumbuhi oleh lumut atau pohon. Lumut dapat tumbuh pada batuan karena di batuan juga ada tanah dan air. Lumut lama-kelamaan dapat membuat batu menjadi retak dan lapuk. Beberapa jenis lumut yang mimiliki rhizoid dapat masuk ke dalam batu yang paling keras sekalipun.
   Pohon juga merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan batu menjadi pecah. Akar tumbuhan masuk ke dalam tanah melalui retakan-retakan yang ada pada bebatuan. Seiring dengan membesar dan menebalnya akar tumbuhan, retakkan batuan juga melebar dan saling terpisah. Hal ini membuktikan bahwa pepohonan membantu terjadinya pelapukan.
   Selain tumbuhan, hewan juga berperan dalam proses pelapukan. Kumbang dan semut membuat lubang pada daerah batuan yang telah lapuk karena batu padat bereaksi dengan kelembapan udara. Hal ini mempercepat tingkat pelapukan karena menambah daerah permukaan batuan. 

2. Perkaratan
   Perkaratan sering terjadi pada benda yan terbuat dari besi, misalnya pagar besi. Pada awalnya pagar besi memiliki warna yang bagus serta mengkilap. Namun lama-kelamaan pagar besi menjadi berkarat. Contoh lain dari peristiwa terjadinya perkaratan adalah pada rangka sepeda. Sepeda yang sering digunakan dan tidak dirawat lama-kelamaan rangkanya pun dapat berkarat.Perkaratan dapat terjadi karena bersentuhan langsung dengan air dan udara.
   Perkaratan dapat terjadi pada semua benda yang terbuat dari logam maupun besi. Perkaratan yang parah dapat membahayakan manusia. Misalnya perkaratan pada badan kapal dapat menyebabkan kebocoran. Hal ini tentu sangat berbahaya karena kapal dapat tenggelam.

3. Pembusukan.
   Pembusukan sering terjadi pada makanan. Makanan yang telah busuk sudah tidak layak dimakan karena dapat menyebabkan berbagai macam penyakit. Adapun tanda-tanda makanan yang telah busuk adalah berbau busuk, berlendir, dan juga menjadi lunak. Contoh dari makanan yang telah membusuk misalnya terjadi pada buah. Buah tersebut akan berwarna kecoklatan, lunak, berlendir, berbau tidak enak, bahkan terkadang terdapat belatung di dalamnya.
   Pembusukan terjadi karena makanan bersentuhan langsung dengan udara. Dalam udara terdapat banyak jamur dan bakteri. Bila jamur dan bakteri berada ditempat yang sesuai, maka mereka akan tumbuh dan berkembang biak. Daging yang bersentuhan langsung dengan udara tanpa adanya penghalang akan lebih cepat ditumbuhi oleh jamur dan bakteri. Aktivitas dari jamur dan bakteri inilah yang menyebabkan makanan menjadi busuk.
   Namun, tidak semua pembusukan merugikan makanan. Pada proses pembuatan tempe, yogurt dan juga tape memerlukan proses pembusukan dari jamur atau bakteri. Tape dan tempe dibuat dengan cara mencampurkan jamur dengan kedelai. Aktivitas jamur mengubah kedelai menjadi tempe.
   Ada beberapa cara untuk mencegah terjadinya pembusukan makanan yang dapat merugikan. Misalnya menyimpan makanan pada lemari es, memanaskan makanan, dan mengeringkan makanan. Suhu yang dingin, panas, dan pengeringan dapat menghambat pertumbuhan dan bahkan membunuh jamur dan bakteri.

B. FAKTOR PENENTU PEMILIHAN BAHAN ATAU BENDA
   Berbagai macam benda sering digunakan setiap harinya. Masing-masing benda memiliki perbedaan dari segi kegunaan, bahan penyusun dan juga sifatnya. Beberapa bahan yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari meliputi :
1. Logam
   Logam merupakan bahan yan paling banyak digunakan dalam pembuatan peralatan rumah tangga, seperti besi, baja, dan aluminium. Besi dan aluminium merupakan logam murni. Sedangkan baja merupakan campuran dari besi dan karbon.
a. Besi
Besi adalah jenis logam termurah dan paling umum digunakan. Besi murni mengkilap dan berwarna puith-perak. Besi bersifat lentur, keras, dan mudah dibentuk. Peralatan yang terbuat dari besi misalnya palu, sendok, pisau dan paku. Namun, besi dapat mengalami perkaratan bila tidak terlindungi dari udara lembap. Besi yang berkarat berubah warna menjadi cokelat kemerah-merahan.
b. Baja
   Baja merupakan campuran antara besi dan karbon. baja memiliki sifat yang lebih keras ddibandingkan dengan besi murni. Selain itu, baja lebih lentur dibandingkan besi. Besi dibuat dengan menghembuskan udara atau oksigen pada besi tuang panas. Sifat keras yang dimiliki oleh baja memungkinkannya lebih banyak digunakan untuk berbagai macam keperluan. Contoh dari peralatan yang dibuat dengan baja yaitu peralatan perang.
c. Aluminium.
   Aluminium merupakan logam ringan dan lentur yang merupakan penghantar listrik yang baik dan juga tahan karat. Setumpuk aluminium dapat berbobot kurang dari sepertiga bobot baja dalam jumlah tumpukan yang sama. Campuran antara aluminium dan logam lain dapat menghasilkan logam yang kokoh tetapi ringan sehingga cocok dipakai dalam pembuatan pesawat terbang.
   Aluminium juga dapat dibuat kabel karena daya hantar listriknya baik. Kabel aluminium mampu menghantarkan listrik sebaik kabel tembaga, dan juga lebih ringan. Oleh karena itu, aluminium sering digunakan sebagai jaringan kabel listrik yang dipasang pada ketinggian. Sifatnya yang lentur dan tahan terhadap karat membuat aluminium cocok dibuat menjadi kaleng minuman. Selain itu, aluminium juga dibuat kertas foil untuk memasak. Peralatan memasak banyak yang terbuat dari aluminium karena ringan, cepat menghantarkan panas, lebih murah..

2. Kayu.
   Kayu merupakan bahan kokoh yang membentuk batang dan cabang pohon. Kayu merupakan bahan yang serbaguna. Kayu mempunyai sifat yang kokoh, mudah dibentuk, lentur, dan relatif kuat. Oleh karena sifat inilah, kayu digunakan untuk membuat perabot rumah seperti meja, kursi, almari, dan rak buku.
   Kayu juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan kertas. Serat dari kayu dapat dibuat kertas. Meskipun kayu mempunyai sifat yang keras. Namun kayu memiliki kelemahan seperti dapat dimakan oleh rayap, dan juga mudah terbakar bila dalam keadaan kering. Selain itu, kayu juga dapat ditembus oleh air.

3. Karet
   Karet alami dibuat dengan cara menyadap getah pada pohon karet. Getah pohon karet dibiarkan mengering dan mengeras. Karet dapat dibuat menjadi berbagai macam bahan yang kokh dan lentur untuk pakaian, selang, dan ban. Karet juga tahan terhadap air. Bahan ini cocok untuk pembuatan baju selam, jas hujan, dan slang medis. Selain itu, karet adalah penyekat arus listrik yang baik. Karet banyak diolah menjadi lapisan penutup luar kabel-kabel listrik. Karet juga dapat diolah menjadi spons dan bantal sofa.

4. Plastik.
   Plastik adalah bahan yang mudah diulur atau dicetak menjadi berbagai macam bentuk. Plastik memiliki banyak kegunaan dan sifat-sifat yang menguntungkan. Plastik dapat dicampur dengan zat pewarna dam dicetak menjadi beraneka bentuk. Plastik adalah penyekat listrik yang baik dan tahan terhadap bahan kimia. Berbagai benda yang terbuat dari plastik misalnya teko, toples, cangkir, sisir, sikat dan kantong plastik. 

5. Kaca
   Kaca merupakan bahan yang tembus pandang. Kaca dibuat dengan cara melebur pasir bercampur garam pada suhu tinggi. Campuran ini memadat sebagai kaca ketika mendingin. Kaca bisa dibuat menjadi serat kaca yang digunakan sebagai keperluan menghambat panas atau listrik. Kaca juga dapat memperkuat plastik.
   Kaca memiliki sifat keras dan tembus pandang. namun, kaca mudah pecah. Sifat kaca dapat diubah dengan menambahkan sedikit bahan kimia ke dalam campuran dasar kaca. Sebagai contoh, boraks membuat kaca menjadi lebih tahan panas sehingga dapat dimanfaatkan untuk kaca oven. Kaca mobil dibuat dengan cara menghimpit selapis plastik di antara dua lembar kaca. Plastik mengikat erat kedua kaca sehingga tidak berhamburan saat pecah.

Materi IPA SD kelas 6 : BAB V Hantaran Panas Benda

A. Kemampuan Menghantarkan Panas pada Benda



Panas disebut juga kalor. Panas atau kalor merupakan satu bentuk energi. Dikenal dengan istilah energi panas. Temperatur atau suhu adalah ukuran panas atau dinginnya suatu benda. Temperatur atau suhu disebut juga derajat panas. Alat pengukur suhu adalah termometer.
Panas atau kalor dapat merambat atau berpindah. Perpindahan kalor terjadi dari benda yang lebih panas ke benda yang lebih dingin. Benda yang mampu menghantarkan panas disebut konduktor. Benda yang tidak mampu menghantarkan panas disebut isolator. Contoh benda yang bersifat konduktor, antara lain berbagai jenis logam dan teflon. Contoh benda yang bersifat isolator, antara lain plastik, kain, kertas, dan gabus.
1.         Jenis-jenis Benda yang Menghantarkan Panas
Pernahkah kamu menyetrika baju di rumah? Setrika baju terbuat dari logam karena sifatnya mampu menghantarkan panas dengan cepat. Logam seperti besi dan baja, merupakan konduktor yang baik.
Panci yang digunakan untuk memasak terbuat dari alumunium. Alumunium merupakan campuran beberapa logam. Alumunium bersifat konduktor karena mampu menghantarkan panas.
Teflon merupakan polimer atau gabungan senyawa kimia sejenis yang membentuk ikatan yang kuat. Teflon banyak digunakan untuk membuat panci. Teflon merupakan konduktor yang baik.
2.         Jenis-jenis Benda yang Tidak Menghantarkan Panas
Bahan-bahan di bawah ini merupakan jenis bahan yang sulit menghantarkan panas. Bahan-bahan tersebut termasuk isolator. Bahan-bahan isolator yang dipanaskan pada suhu tinggi akan terbakar. Semua jenis benda nonlogam tidak mampu menghantarkan panas dengan baik.
B. Pemanfaatan Benda Berdasarkan Kemampuan Menghantarkan Panas

Kertas, kayu, kain, dan plastik merupakan bahan isolator. Berbagai benda dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Kemajuan teknologi menuntut manusia menciptakan karya-karya mutakhir. Berbagai karya yang diciptakan semakin menunjang kebutuhan manusia dan memudahkan pekerjaannya.
1.       Kemampuan Benda Menghantarkan Panas
Benda dibuat menjadi peralatan tertentu berdasarkan sifatnya. Berbagai jenis logam merupakan konduktor yang baik. Oleh karena itu, logam banyak digunakan sebagai peralatan tahan panas. Alumunium tidak digunakan sebagai bahan pembuat setrika listrik, karena alumunium cepat menghantarkan panas. Panas mudah sekali diserap alumunium. Alumunium juga bersifat ringan sehingga sulit menghaluskan pakaian. Berbeda dengan besi yang menghantarkan panas secara bertahap. Apabila dialiri panas, besi dapat meredam panas. Besi juga bersifat berat sehingga mampu menghaluskan pakaian.
2.       Jenis-jenis Benda yang Dimanfaatkan untuk Menghantarkan Panas
Coba kamu perhatikan kembali peralatan yang ada di rumah. Berbagai peralatan rumah tangga terbuat dari gabungan dua sifat. Sifat tersebut adalah yang menghantarkan panas dan tidak menghantarkan panas.
Setrika listrik dibuat dari campuran bahan konduktor dan isolator. Bagian dasar setrika terbuat dari besi sebagai penghantar panas yang baik. Bagian atas setrika terbuat dari plastik. Plastik merupakan bahan yang tidak dapat menghantarkan panas. Perpaduan inilah yang menjadikan setrika listrik nyaman dipakai meskipun pada suhu tinggi.
Kamu tentu pernah mengangkat panci yang masih panas. Mengapa kamu mengangkat panci panas dengan serbet yang terbuat dari kain? Kain merupakan bahan yang tidak dapat menghantarkan panas. Kain serbet dapat mempermudah mengangkat panci panas dari atas kompor.
Termos terbuat dari campuran alumunium, kaca, plastik, dan gabus.
Bagian dalam termos terbuat dari alumunium yang dilapisi kaca. Bahan ini merupakan jenis konduktor yang cukup baik. Bagian luar termos terbuat dari plastik dan gabus. Tujuannya adalah menjaga suhu dalam termos supaya tetap. Termos yang tertutup rapat hingga hampa udara mampu menjaga suhu air. Prinsip kerja termos panas maupun dingin adalah sama.

RANGKUMAN!
1.       Panas disebut juga kalor. Panas atau kalor merupakan suatu bentuk energi.
2.       Temperatur atau suhu adalah ukuran panas atau dinginnya suatu benda.
3.       Panas atau kalor dapat merambat atau berpindah. Perpindahan kalor terjadi dari benda yang lebih panas ke benda yang lebih dingin.
4.       Benda yang dapat menghantarkan panas disebut konduktor.
5.       Benda yang tidak dapat menghantarkan panas disebut isolator.
6.       Contoh benda yang bersifat konduktor antara lain: berbagai jenis logam dan teflon.
7.       Contoh benda yang bersifat isolator antara lain: plastik, kain, kertas, dan gabus.
8.       Setrika, panci, dan wajan teflon merupakan contoh perabotan rumah tangga yang mampu menghantarkan panas.
9.       Semua jenis logam merupakan penghantar panas yang baik. Semakin luas dan tipis permukaan benda, semakin cepat pula menghantarkan panas.
10.   Semua jenis benda nonlogam tidak mampu menghantarkan panas dengan baik. Contohnya kayu, kain, dan kertas.
11.   Besi lebih cocok sebagai bahan untuk membuat setrika dibandingkan dengan alumunium. Besi merupakan logam yang menghantarkan panas secara bertahap. Besi juga bersifat berat sehingga lebih mudah menghaluskan pakaian.
12.   Berbagai peralatan rumah tangga terbuat dari gabungan dua sifat. Sifat tersebut adalah dapat menghantarkan panas dan tidak dapat menghantarkan panas.

Materi IPA SD kelas 6 : BAB IV Pelestarian Hewan dan Tumbuhan



A. Hewan dan Tumbuhan yang Hampir Punah


Kebun binatang merupakan habitat buatan untuk berbagai jenis hewan dan tumbuhan. Pernahkah kamu berpikir di mana habitat asli hewan dan tumbuhan tersebut?
Berbagai kegiatan manusia dapat berpengaruh terhadap keberadaan hewan dan tumbuhan tersebut. Hewan dan tumbuhan akan sangat berguna jika dimanfaatkan dengan cara yang benar. Hewan dapat dimanfaatkan daging, bulu, kulit, gading, dan tenaganya, sedangkan tumbuhan dimanfaatkan bagian akar, batang, ranting, buah, bunga, dan daunnya.
Hewan dan tumbuhan akan punah jika tidak dimanfaatkan dan dilestarikan dengan benar. Contoh pemanfaatan hewan dan tumbuhan yang tidak bijaksana, antara lain:
a)       Perburuan dan penangkapan ikan yang semena-mena.
Misalnya menggunakan kapal trawi untuk mengangkat semua ikan besar dan kecil. Hal ini dapat mengakibatkan populasi ikan di masa mendatang berkurang bahkan punah.
b)      Penebangan dan penggundulan hutan yang dapat merusak ekosistem hutan. Rusaknya ekosistem hutan mengakibatkan berkurangnya spesies hewan.
c)       Pembangunan vila di pegunungan dapat mengurangi populasi hewan dan tumbuhan.
d)      Penerapan sistem pertanian berpindah yang juga dapat merusak ekosistem hutan.
Berikut ini adalah jenis-jenis hewan dan tumbuhan yang hampir punah:
Hewan:
  1. Badak bercula satu
  2. Harimau sumatera
  3. Burung cenderawasih
  4. Komodo
  5. Gajah
  6. Orangutan
  7. Anoa
  8. Burung kasuari
Tumbuhan:

  1. Rafflesia arnoldi
  2. Bunga bangkai
  3. Kayu cendana
  4. Anggrek hitam
  5. Buah merah

Indonesia merupakan negara beriklim tropis yang kaya sumber daya alam. Iklim tropis yang hangat merupakan tempat yang baik untuk pertumbuhan tumbuhan dan hewan. Berbagai spesies tumbuhan dan hewan banyak ditemukan di Indonesia. Misalnya berbagai spesias reptil, serangga, dan anggrek. Salah satu yang sedang populer saat ini adalah anggrek hitam.

Anggrek hitam merupakan spesies langka. Spesies anggrek hitam hanya ditemukan di Indonesia. Anggrek hitam banyak ditemukan di kawasan hutan Kalimantan dan Sulawesi. Saat ini, anggrek hitam telah banyak dibudidayakan dan disilangkan. Penyilangan anggrek hitam akan menghasilkan spesies baru dengan warna baru pula.
Orang utan adalah sejenis kera besar dengan lengan panjang dan berbulu kemerahan, kadang cokelat, yang hidup di Indonesia dan  Malaysia .
Istilah orang utan diambil dari bahasa Indonesia dan atau bahasa Melayu, yang berarti manusia (orang) hutan.
Mereka memiliki tubuh yang gemuk dan besar, berleher besar, lengan yang panjang dan kuat, kaki yang pendek dan tertunduk, dan tidak mempunyai ekor. Orang utan berukuran 1-1,4 m untuk jantan, yaitu kira-kira 2/3 kali ukuran seekor gorila.
Orang utan jantan memiliki pelipis yang gemuk. Mereka mempunyai indera yang sama seperti manusia, yaitu pendengaran, penglihatan, penciuman, pengecap, dan peraba.
Telapak tangan mereka mempunyai 4 jari-jari panjang ditambah 1 ibu jari. Telapak kaki mereka juga memiliki susunan jari-jemari yang sangat mirip dengan manusia.
Orang utan termasuk hewan vertebrata, yang berarti bahwa mereka memiliki tulang belakang. Orang utan juga termasuk hewan mamalia dan primata.
Orang utan saat ini merupakan binatang langka, karena manusia terus-menerus merusak habitat mereka dan seringkali pula menjual bayi-bayi mereka secara ilegal untuk dijadikan hewan peliharaan. Diperkirakan populasi orang utan di seluruh dunia baru-baru ini hanya berjumlah 100.000 ekor. Saat ini telah dikembangkan suaka margasatwa untuk melestarikan populasi mereka di Indonesia dan Malaysia.
Harimau Sumatera
Harimau Sumatera merupakan satwa yang terancam punah, hanya dapat ditemukan di pulau Sumatera dan diperkirakan populasinya tinggal 450-500 ekor. Dalam upaya penyelamat-an harimau Sumatera Taman Safari Indonesia ditunjuk oleh 20 kebun binatang di dunia sebagai Pusat Penangkaran Harimau Sumatera.

Burung Cenderawasih
Salah satu hewan yang dilindungi adalah Burung Cendrawasih. Salah satu jenis burung cendrawasih adalah Cendrawasih Merah, jenis ini termasuk salah satu satwa yg di lindungi oleh pemerintah RI berdasarkan UU RI No. 5 Tahun 1990 dan PP RI No 7 Tahun 1999. Endemik Indonesia, Cendrawasih Merah hanya ditemukan di hutan dataran rendah pada pulau Waigeo dan Batanta di kabupaten Raja Ampat, provinsi Irian Sumber : www.satwapunah.com Jaya Barat. Ciri-ciri cendrawasih merah Gb. 4.5 Burung Cendawasih ini berwarna kuning dan coklat, dan berparuh kuning. Burung jantan dewasa berukuran sekitar 72cm yang termasuk bulu-bulu hiasan berwarna merah darah dengan ujung berwarna putih pada bagian sisi perutnya, bulu muka berwarna hijau zamrud gelap dan diekornya terdapat dua buah tali yang panjang berbentuk pilin ganda berwarna hitam. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, dengan

B. Pelestarian Makhluk Hidup

Keberadaan tumbuhan dan hewan sangat diperlukan oleh manusia. Hampir semua kebutuhan manusia bersumber dari hewan dan tumbuhan. Mulai dari makanan, pakaian, hingga berbagai peralatan rumah tangga. Berbagai spesies hewan dan tumbuhan banyak ditemukan di hutan Indonesia. Keberadaan berbagai spesies ini harus dilestarikan.
1.         Jenis Pelestarian Makhluk Hidup dan Manfaatnya

a.         Pelestarian tumbuhan

Pelestarian tumbuhan dapat dilakukan dengan menjaga keberadaan hutan. Hutan adalah habitat berbagai spesies tumbuhan dan hewan. Hutan juga merupakan sumber industri kayu yang banyak dimanfaatkan oleh manusia. Misalnya untuk perumahan. Tindakan pelestarian yang dapat dilakukan, antara lain:

1)       Tebang pilih
Tebang pilih yaitu penebangan pohon yang disertai dengan penanaman bibit baru. Tidak semua pohon ditebang, sehingga ekosistem hutan tidak rusak.
2)       Reboisasi
Reboisasi adalah tindakan penghijauan kembali hutan yang gundul. Reboisasi dilakukan untuk memperbaiki kerusakan hutan. Reboisasi juga dilakukan di perkotaan untuk mengimbangi banyaknya kegiatan pembangunan.
3)       Cagar alam
Cagar alam dibuat untuk melindungi tumbuhan tertentu dari kerusakan. Kerusakan dapat terjadi karena penebangan liar, perubahan lingkungan, dan serangan hama. Pembuatan cagar alam dapat menyelamatkan spesies yang hampir punah.

b.         Pelestarian hewan

Tindakan pelestarian hutan sekaligus juga melestarikan keberadaan hewan. Tindakan pelestarian hewan dapat dilakukan dengan cara:
1)       Pembuatan cagar alam dan suaka margasatwa.
Suaka Margasatwa adalah kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan atau keunikan jenis satwa yang untuk kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya, contohnya:
-           Cagar Alam Ujung Kulon (Banten). Di sini masih hidup badak jawa bercula satu, banteng, dan bermacam-macam burung merak.
-           Cagar Alam Pananjung Pangandaran (Ciamis).
Flora yang terdapat disini merupakan vegetasi hutan sekunder tua dan sisanya adalah hutan primer. Pohon-pohon yang dominant antara lain Laban (Vitex pubescens), Kisegel (Dilenia excelsea), dan Marong (Cratoxylon formosum). Di dataran rendahnya terdapat hutan tanaman yang merupakan tanaman exotica, yaitu yang terdiri dari tanaman jati (Tectona grandis) , Mahoni (Swietenia mahagoni) dan Komis (Acacia auriculirformis).
-           Cagar Alam Gunung Leuser di Aceh
Di hutan Gunung Leuser terdapat khas hutan pantai dan hutan hujan tropika. Satwa yang dilindungi; kucing hutan, harimau sumatera, rengkong, orang utan, siaman, ular, kupu-kupu, burung, gajah Sumatera, badak sumatera, kambing hutan, nusa sambar.
-           Suaka Margasatwa Way Kambas di Lampung
Jenis tumbuhan di taman nasional tersebut antara lain api-api (Avicennia marina), pidada (Sonneratia sp.), nipah (Nypa fruticans) , gelam (Melaleuca leucadendron), pandan (Pandanus sp.).
Taman Nasional Way Kambas memiliki 50 jenis mamalia diantaranya badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis sumatrensis) , gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) , harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), tapir (Tapirus indicus), anjing hutan (Cuon alpinus sumatrensis), siamang (Hylobates syndactylus syndactylus) ; 406 jenis burung diantaranya bebek hutan (Cairina scutulata) , bangau sandang lawe (Ciconia episcopus stormi), bangau tongtong (Leptoptilos javanicus), sempidan biru (Lophura ignita) , kuau (Argusianus argus argus), pecuk ular (Anhinga melanogaster) ; berbagai jenis reptilia, amfibia, ikan, dan insekta.
-           Cagar Alam Rafflesia di Bengkulu
Tanaman yang terdapat disini contohnya tumbuhan pencekik (ari), bunga raksasa “Rhizanthes zepphenit” (Rafllesia).
2)       Pembuatan undang-undang perburuan. Undang-undang ini mengatur tentang larangan perburuan. Tujuannya adalah untuk melindungi berbagai jenis hewan dari kepunahan.
3)       Pembuatan tangga ikan di daerah-daerah perairan sungai. Tujuannya adalah melindungi dan meningkatkan populasi ikan.

c.       Manfaat pelestarian hewan dan tumbuhan

Tindakan pelestarian hewan bertujuan untuk:         
1)      Menjaga keseimbangan ekosistem hutan.
2)      Mencegah terjadinya kepunahan berbagai spesies hewan dan tumbuhan.
3)      Menjaga sumber keanekaragaman hayati sebagai sumber kekayaan negara.
4)      Tempat pengembangan penelitian dan ilmu pengetahuan.
Pelestarian hewan dan tumbuhan dapat dilakukan. Pelestarian yang dilakukan di habitat aslinya. Contohnya penangkaran jalak bali di TNBB (Taman Nasional Bali Barat). Pelestarian adalah pelestarian yang dilakukan di luar habitat aslinya. Contohnya penangkaran harimau Sumatera di pulau Jawa.

2.         Perlunya Pelestarian Makhluk Hidup
Lingkungan merupakan lahan penelitian dan pengembangan ilmu yang sangat berguna untuk kehidupan manusia. Akibat adanya aktivitas manusia yang berlebihan sehingga mengakibatkan terjadinya penurunan terhadap jumlah jenis hewan dan tumbuhan di permukaan bumi ini.
Hewan dan tumbuhan harus kita lestarikan agar tidak punah. Bagaimana cara kita dalam  melestarikan hewan dan tumbuhan yang sudah langka? Nah, salah satunya sejak dini kamu dapat belajar melalui materi di sekolah atau langsung mengunjungi tempat-tempat yang berkaitan dengan pelestarian hewan atau tumbuhan yang memang perlu untuk dilestarikan.
Melalui studi lapangan tersebut, selain memperkenalkan kamu terhadap keanekaragaman hayati, juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pelestarian lingkungan kepada para pelajar agar tercapai tujuan proses belajar dan mengajar serta menanamkan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Usaha pelestarian sumber daya alam hayati ( hewan, tumbuhan) tidak lepas dari usaha pelestarian lingkungan hidup. Usaha-usaha dalam pelestarian lingkunang hidup bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, melainkan tanggung jawab kita semua.



RANGKUMAN!
1.        Berbagai kegiatan manusia dapat berpengaruh terhadap keberadaan hewan dan tumbuhan.
2.        Hewan-hewan yang hampir punah, di antaranya badak bercula satu harimau sumatera, burung cenderawasih, komodo, orangutan, anoa, dan burung kasuari.
3.        Jenis tumbuhan yang hampir punah, antara lain bunga bangkai Rafflesia arnoldi, kayu cendana, dan anggrek hitam.
4.        Pelestarian makhluk hidup bertujuan untuk menjaga agar makhluk hidup tidak punah.
5.        Pelestarian tumbuhan dapat dilakukan dengan cara melakukan tebang pilih, reboisasi, dan pembuatan cagar alam.
6.        Usaha-usaha pelestarian hewan, di antaranya:
a)       Pembuatan cagar alam dan suaka margasatwa
b)      Pembuatan undang-undang perburuan
c)       Pembuatan tangga ikan di daerah-daerah perairan sungai
7.        Pelestarian hewan dan tumbuhan akan mendukung perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam.

Materi IPA SD kelas 6 : BAB III Pengaruh Kegiatan Manusia terhadap Keseimbangan Ekosistem

A. Pengaruh Kegiatan Manusia terhadap Keseimbangan Ekosistem



1.         Ekosistem
Masih ingatkah kamu apa yang dimaksud dengan ekosistem? Ekosistem adalah tempat saling memberi dan menerima antara  makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem terdiri dari komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik terdiri dari tumbuhan dan hewan. Sedangkan komponen abiotik terdiri dari batu, tanah, air, sungai, dan lain-lain.
 Ekosistem hutan termasuk ekosistem alam. Ekosistem alam adalah ekosistem yang terbentuk dengan sendiri tanpa campur tangan manusia. Di dalam ekosistem, interaksi tidak hanya terjadi antar makhluk hidup. Interaksi juga terjadi pada makhluk hidup dengan makhluk tak hidup. Hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk tak hidup sangat erat.

Sinar matahari termasuk komponen abiotik. Sinar matahari merupakan sumber energi utama bagi komponen biotik. Sinar matahari dimanfaatkan oleh produsen untuk memproduksi makanan.
Di suatu ekosistem, tumbuhan hijau berperan sebagai produsen. Produsen menjadi sumber makanan bagi konsumen. Suatu saat, produsen dan konsumen akan mati. Produsen dan konsumen yang mati akan diurai oleh bakteri pengurai.
Dalam suatu ekosistem harus ada keseimbangan antara produsen dan konsumen. Kehidupan dapat tetap berlangsung jika jumlah produsen lebih besar dari konsumen tingkat I. Konsumen tingkat I lebih banyak dari konsumen tingkat II dan seterusnya. 

Piramida makanan adalah gambaran yang menunjukkan perbandingan jumlah produsen dengan konsumen.
2.         Dampak Kegiatan Manusia terhadap Ekosistem
Pernahkah kamu membayangkan apa yang akan terjadi jika hutan ditebang secara liar? Jika hutan ditebang secara liar, hewanhewan yang hidup di hutan kehilangan habitatnya. Selain itu, daerah resapan air jadi berkurang. Akibatnya, di musim hujan dapat terjadi banjir dan tanah longsor.
Selain penebangan hutan secara liar, masih banyak kegiatan manusia yang merusak ekosistem. Misalnya membuang sampah dan limbah industri di sungai, juga pemakaian pestisida dalam pertanian. Kegiatan manusia membuang sampah dan limbah industri di sungai dapat merusak ekosistem sungai. Makhluk hidup yang ada di sungai akan terhambat perkembangannya. Bahkan lama kelamaan makhluk hidup tersebut akan mati. Jika salah satu makhluk hidup mati, keseimbangan ekosistem akan terganggu.
Ekosistem juga akan terganggu karena pemakaian pestisida yang berlebihan dalam pertanian. Pemakaian pestisida yang berlebihan dapat mematikan mikroba. Mikroba bertugas menguraikan sisa-sisa hewan dan tumbuhan untuk diubah menjadi humus. Jika mikroba mati, sisa-sisa hewan dan tumbuhan tersebut tidak dapat diuraikan. Akibatnya, tanaman tidak dapat memperoleh nutrisi.


B. Ketidakseimbangan Populasi Tumbuhan karena Manusia


1.         Tumbuhan dan Manfaatnya Bagi Manusia
Coba kamu perhatikan perabot rumah tangga yang ada di rumahmu. Misalnya meja, kursi, dan lemari. Perabot-perabot tersebut hampir seluruhnya terbuat dari kayu. Pengolahan kayu menjadi perabot rumah tangga merupakan contoh pemanfaatan tumbuhan oleh manusia.
Kayu adalah salah satu contoh hasil hutan yang dimanfaatkan manusia. Kayu yang banyak digunakan untuk pembuatan perabot adalah kayu jati dan rotan. Kayu jati merupakan salah satu kayu yang berkualitas tinggi. Seratnya halus dan bagus. Kayu jati yang sudah tua tidak disukai rayap, ngengat, dan serangga lainnya. Kayu jati juga tidak cepat lapuk.
Rotan disukai oleh pengrajin karena mudah dikerjakan. Keistimewaan rotan adalah lentur dan kuat. Karena sifatnya yang lentur maka rotan mudah untuk dibentuk. Hasil pengolahan kayu jati dan rotan mempunyai nilai jual tinggi. Selain kayu jati dan rotan, masih banyak lagi tumbuhan yang dapat dimanfaatkan manusia. Contohnya kayu cendana, pohon damar, pohon kelapa, dan masih banyak lagi.

2.         Kegiatan Manusia dan Populasi Tumbuhan
Kegiatan manusia mempengaruhi populasi tumbuhan di hutan. Populasi tumbuhan akan terjaga jika manusia melestarikannya. Usahausaha untuk melestarikan hutan, antara lain:
1.        Menebang hutan secara terkendali (melakukan tebang pilih)
2.        Reboisasi atau penanaman hutan kembali
3.        Membuat cagar alam
Hewan sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Hewan ada yang dimanfaatkan daging, kulit, tulang, atau tenaganya. Manusia memanfaatkan daging hewan untuk dimakan.
Beberapa kegiatan manusia dalam memanfaatkan hewan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Misalnya perburuan liar. Banyak hewan diburu untuk kesenangan atau mencari keuntungan. Misalnya ular diburu untuk diambil kulitnya. Kulit ular dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan tas, sepatu, dan ikat pinggang.
Masih banyak lagi bagian hewan yang dimanfaatkan oleh manusia. Gajah diburu manusia untuk diambil gadingnya. Gading gajah dimanfaatkan untuk pembuatan keris, pipa cerutu, pajangan, dan lain-lain. Selain gajah, badak juga diburu manusia untuk diambil culanya.
Ada pula hewan yang ditangkap karena hobi atau kesenangan pada hewan tersebut. Misalnya berbagai jenis burung.  Contoh jenis burung yang sering diburu seperti burung Cendrawasih, Kakaktua Jambul

Kuning, Belibis Kembang, Kasuari, Alap alap, Beo, dan Elang Jawa.

3.                   Kegiatan Manusia dan Populasi Hewan
Ekosistem hutan akan terganggu jika hewan-hewan yang hidup di dalamnya terus diburu. Lama kelamaan hewan akan punah. Perlu ada usaha pelestarian hewan agar tidak terjadi kepunahan. Usaha pelestarian hewan misalnya dengan melakukan penangkaran dan pembuatan suaka margasatwa.
Tidak semua limbah pabrik mencemari lingkungan. Salah  satu contohnya adalah limbah tetes tebu. Limbah tetes  tebu merupakan hasil samping dari proses pembuatan gula.
Limbah tetes tebu yang  dibuang tanpa diolah terlebih dahulu akan mencemari ekosistem di sekitarnya. Limbah tetes tebu dapat diolah menjadi etanol. Pengolahan limbah yang sudah tidak terpakai dapat mengurangi kerusakan ekosistem.
1.        Pengaruh kegiatan manusia terhadap keseimbangan alam
a.        Ekosistem adalah tempat saling memberi dan menerima antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
b.       Ekosistem terdiri dari komponen biotik dan abiotik.
c.        Di suatu ekosistem, jumlah produsen harus lebih banyak dari konsumen.
d.       Piramida makanan adalah gambaran yang menunjukkan perbandingan jumlah produsen dan konsumen.
e.       Keseimbangan ekosistem sangat dipengaruhi oleh kegiatan manusia.
2.        Ketidakseimbangan populasi tumbuhan karena manusia
a.        Tumbuhan di hutan dapat dimanfaatkan manusia, misalnya kayu jati dan rotan.
b.       Ketidakseimbangan populasi tumbuhan dipengaruhi oleh kegiatan manusia.
c.        Populasi tumbuhan dapat dilestarikan dengan cara reboisasi.
3.        Ketidakseimbangan populasi hewan karena manusia
a.        Hewan dapat dimanfaatkan daging, kulit, tulang atau tenaganya.
b.       Perburuan hewan secara liar dapat mengakibatkan ketidakseimbangan ekosistem hutan.
c.        Usaha pelestarian hewan dapat dilakukan melalui penangkaran dan pembuatan suaka margasatwa.REFLEKSI
Keseimbangan lingkungan sangat dipengaruhi oleh campur tangan manusia. Banyak manfaat yang kamu peroleh dalam bab ini, kamu jadi tahu apa saja yang bisa dilakukan untuk menjaga keseimbangan lingkungan di sekitarmu. Lingkungan yang tidak seimbang  akan merugikan kehidupan makhluk hidup termasuk kamu.  Misalnya sampah yang dibuang ke sungai dapat menyebabkan kerusakan ekosistem sungai, juga dapat menyebabkan banjir di musim hujan.