Tampilkan postingan dengan label Aqidah Akhlak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aqidah Akhlak. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Desember 2018

Materi Aqidah Akhlak SD kelas 6 : BAB V Akhlak Tercela

Akhlak Tercela
1.      MARAH
Marah adalah gejolak emosi yang diungkapkan dengan perbuatan atau ekspresi untuk memperoleh kepuasan.
Marah merupakan reaksi terhadap sesuatu hambatan yang menyebabkan gagalnya suatu usaha atau perbuatan, biasanya bersamaan dengan berbagai ekspresi perilaku.Marah merupakan pernyataan agresif, perilakunya mengganggu orang yang dimarahi bahkan orang-orang disekitarnya.Marah yang bersangatan adalah suatu penyakit.
Sesungguhnya amarah adalah sifat, bahkan bisa dikatakan sebagai perasaan yang penting bagi manusia, karena ia dapat membangkitkan gelora perjuangan juga semangat pengorbanan dalam membela kebenaran, menegakkan keadilan dan meraih kemenangan. Pentingnya sifat ini terlihat nyata, misalnya dalam semangat perjuangan membela aqidah dan keimanan, memelihara jiwa raga, harta dan kehormatan. Oleh karenanya, barangsiapa yang kehilangan sifat ini maka ia akan menjadi bahan hinaan, ejekan dan pelecehan di antara sesamanya.
Cara mengatasai marah adalah sebagai berikut:
1. Tersenyum.
Ketika kita tersenyum kita meredakan banyak situasi negatif. Tersenyum adalah cara menawarkan niat baik kepada orang lain. Tersenyum tidak memerlukan biaya apa-apa, selain efektif dapat meredakan situasi tegang.
2. Ketika anda marah jangan mengatakan apa-apa.
Jika kita berbicara dalam rasa marah, kita pasti akan memperburuk situasi dan sangat mungkin menyakiti perasaan orang lain. Jika kita berbicara dalam rasa marah, kita mungkin akan menemukan bahwa orang-orang akan menanggapi dengan rasa marah juga, menciptakan sebuah lingkaran kemarahan. Namun jika kita bisa menjaga untuk tetap diam, maka akan memberikan waktu untuk emosi kemarahan meninggalkan kita.
c. Tarik nafas dalam-dalam.
Tindakan sederhana dengan menarik nafas dalam-dalam akan sangat membantu anda dalam menghilangkan kemarahan.

2. FASIK.
Fasik adalah mengerjakan dosa, padahal dia tahu bahwa itu tidak boleh dilakukan.
Menurut Imam Hanafi yang dimaksud dengan fasik ada 2 macam:
1. Orang yang mengerjakan dosa dengan terang-terangan, seperti mabuk di jalanan atau pergi ke tempat pelacuran atau pergi ke tempat perjudian dengan terang-terangan, dsb.
2. Orang yang mengerjakan dosa dengan sembunyi-sembunyi, tetapi diberitahukannya dengan bangga kepada beberapa orang teman-temannya, bahwa ia berbuat yang demikian, seperti sebagian orang yang meninggalkan shalat dan puasa, lalu diceritakannya kelakuannya itu kepada teman-temannya bahwa ia tidak shalat dan tidak puasa, dsb.
3. MURTAD
Murtad adalah keluar dari agama Islam.Baik lelaki mahupun perempuan, apabila keluar dari agama Islam sementara mereka telah baligh dan berakal, maka mereka diajak kembali kepada Islam hingga tiga kali disertai peringatan. Jika mereka kembali, maka akan diterima, namun jika mereka menolak, maka akan dibunuh.

Materi Aqidah Akhlak SD kelas 6 : BAB IV Akhlak Terpuji

Akhlak Terpuji
1.      Tanggung Jawab
Pengertian tanggung jawab adalah keadaan dimana wajib menanggung segala sesuatu, sehingga berkewajiban menanggung, memikul jawab,menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya. Adapun tanggung jawab secara definisi merupakan kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan baik yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.
     Tanggung jawab bersifat kodrati, yang artinya tanggung jawab itu sudah menjadi bagian kehidupan manusia bahwa setiap manusia dan yang pasti masing-masing orang akan memikul suatu tanggung jawabnya sendiri-sendiri. Apabila seseorang tidak mau bertanggung jawab, maka tentu ada pihak lain yang memaksa untuk tindakan tanggung jawab tersebut.
2.      Adil
Adil adalah dimana suatu sifat yang mana dalam kehidupan sehari-hari membagi sesuatu sama rata. Seseorang yang adil akan memperlakukan seseorang dengan baik tanpa ada seorangpun yang merasa iri atau pilih kasih. Contohnya, suatu ketika Ria diberi kue oleh ibunya, ia disuruh membagi kue tersebut dengan adik dan seorang teman adiknya, nah disini Ria harus adil membagi kuenya. Ria tidak boleh memberi kue lebih banyak kepada adiknya ketimbang kepada teman adiknya tersebut.
     3. Bijaksana
   Bijaksana adalah dimana sikap seseorang yang dalam mengambil keputusan dengan tepat dan benar. Sikap dimana tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan serta mengetahui mana yang baik dan yang buruk. Seperti contoh seorang hakim dalam mengambil keputusan, dia harus tau mana yang benar dan mana yang salah dan tanpa ragu-ragu dalam menjatuhkan sansi.

Materi Aqidah Akhlak SD kelas 6 : BAB III Iman kepada Qada dan Qadar

Qada dan Qadar
1.       Pemahaman
Dari sudut bahasa, Qada berarti hukum, tekad, kemauan, notifikasi dan ciptaan. Menurut syarak, Qada adalah keputusan Allah SWT tentang sesuatu Qadar dalam hal bahasa membawa makna pada hukum dan kepastian. Dari sudut syarak, Qadar membawa makna pada penentuan semua makhluk dalam proporsi dan bentuk tertentu.
Dia akan mengatur keadaan fisik dari segala sesuatu dalam ciptaan manusia secara fisik tapi Tuhan memberikan kebebasan manusia untuk memilih kesuksesan dan kegagalan kehancuran.Orang yang memilih untuk memiliki potensi akan bekerja keras untuk mencapai kesuksesan itu. Demikian juga, mereka yang memilih kegagalan tidak akan bekerja keras untuk sukses tapi omelan licik hanya akan memuaskan hasrat.
2.       Kewajiban untuk percaya pada Qada dan Qadar
Percaya pada Qada dan Qadar yakin bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah putusan Allah SWT. Umat ​​Muslim akan menerima setiap keputusan Allah SWT dengan senang hati setelah berusaha untuk bekerja keras.
Dalam sebuah hadis Qudsi, Allah SWT berkata,
"Barangsiapa tidak hidup dengan Qadd dan Qadar saya dan saya tidak yakin akan ujian yang saya berikan, maka carilah Tuhan selain Aku" (Dilaporkan dari Tabrani)
3.       Hubungan antara Qada dan Qadar dengan Bisnis
Percaya pada Qada dan Qadar berarti percaya bahwa Allah telah menetapkan segalanya untuk hamba-Nya. Rasulullah SAW berkata,
"Sesungguhnya seseorang diciptakan di perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk kacang, 40 hari menjadi potongan darah, 40 hari menjadi sepotong daging, maka Allah SWT mengirim malaikat untuk bernafas ke dalamnya dan menulis empat hal yaitu penghidupan, kematian, praktik dan cara hidup yaitu sengsara atau bahagia. "(Dilaporkan dari Sahih Bukhari dan Muslim)
Allah SWT telah menentukan nasib setiap manusia tapi manusia tidak tahu takdirnya. Karena itu, manusia harus berusaha mencapai kesuksesan dengan sungguh-sungguh. Jika usaha dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka hasilnya akan memuaskan dan jika bisnisnya kurang, hasilnya juga akan kurang memuaskan.Firman Allah SWT,
"Sesungguhnya Allah SWT tidak mengubah nasib orang kecuali jika mereka mengubah nasib mereka."
(Surah al-Ra'ad, ayat 11)
Allah SWT mewajibkan manusia untuk berusaha meraih sukses dengan sungguh-sungguh. Satu cerita yang terjadi di masa Rasulullah SAW diriwayatkan,
"Suatu hari, seorang Arab Badui mendatangi Rasulullah untuk menunggang kuda Dia turun dari kudanya dan terus menghadapi Nabi tanpa mengikat kudanya Nabi menegur pria itu, 'Mengapa kuda itu tidak terikat?' Pria itu menjawab, 'Biarkan aku, kepada Allah SWT 'Nabi berkata,' Bind kudamu dan kemudian panggil kepada Allah SWT. '"
Cerita di atas menunjukkan bahwa Allah SWT mengetahui semua hal baik yang telah terjadi atau sedang dan akan terjadi. Sementara manusia, mereka hanya tahu apa yang sedang terjadi dan sudah terjadi. Namun, pengetahuan manusia tentang apa yang telah terjadi sangat terbatas. itu belum terjadi. Karena itu, manusia harus bekerja karena manusia tidak tahu takdirnya.
Manusia yang belum mencapai kesuksesan bahkan jika mereka telah bekerja dengan sempurna, maka manusia tidak akan menyesalinya karena mereka telah bekerja dengan sempurna. Setiap usaha mereka memiliki dua peluang keberhasilan atau kegagalan sementara orang yang tidak bekerja hanya memiliki satu kesempatan untuk gagal.
Misalnya, jika Anda ingin berhasil dalam ujian, Anda harus belajar dengan giat. Yang Anda tahu tentang hasil ujian Anda, tapi Anda atau guru Anda tidak tahu selama Anda belum menjawab pertanyaan itu. Anda hanya tahu hasilnya setelah guru memberi tahu Anda tentang keputusan tersebut. Setiap manusia tapi manusia tidak mengetahuinya. Karena itu, manusia harus berusaha mencapai kesuksesan itu.
4.       Qada dan Qadar Dipanggil dengan Takdir
Nasib terbagi menjadi 2, yaitu:
a. Nasib Muqdq adalah keputusan yang berkaitan dengan usaha manusia. Setiap keputusan ditemukan sesuai dengan tingkat bisnis. Misalnya, seorang mahasiswa mahasiswi ingin menjadi mahasiswa kedokteran yang baik. Untuk mencapai keinginan itu, ia perlu belajar dengan tekun. Berkat kesungguhannya, ia akhirnya menerima penghargaan mahasiswa sebagai dokter yang sangat baik. Firman Allah SWT,      
"... Sesungguhnya Allah SWT tidak mengubah nasib orang sehingga mereka mengubah nasib mereka sendiri ..."
(Surah Ar Raad, ayat 11)
"Barangsiapa yang murtad dari kamu dari agamanya, maka dia mati karena ketidakpercayaan, maka mereka (Al-Baqarah, 2: 217)
(i) dengan keyakinan (keyakinan)
(ii) kecurigaan (meragukan) di dunia dan di akhirat, keraguan)
(iii) qaul (kata)
(iv) fi'l (perbuatan).
b. Destiny Mubram adalah sebuah resolusi yang tidak bisa diubah secara alami. Misalnya, orang yang lahir itu terlihat sementara orang tuanya mata besar. Data tidak bisa diubah secara alami namun bisa diubah dengan bantuan pembedahan.

Materi Aqidah Akhlak SD kelas 6 : BAB II Asmaul Husna

Asma'ul Husna Al-Qawiyyu, Al-Hakim, Al-Musawwir, Al-Qadir
1.       Al-Qawiyyu (Allah Yang Maha Kuasa)
Sungguh menakjubkan memiliki kekuatan Tuhan Yang Maha Esa, baik secara fisik maupun spiritual.
Dengan mendapatkan kekuatan fisik Kami tidak rentan terhadap penyakit, dan mampu melakukan aktivitas sehari-hari dengan kekuatan penuh.
Dengan kekuatan Roh, Kami memiliki keteguhan dan kekuatan iman untuk melakukan kegiatan ibadah kepada Alloh SWT.
Ini adalah kesenangan bagi mereka yang mendapatkan kekuatan dari Allah SWT, karena kita bisa melakukan ibadah sehari-hari dan aktivitas sehari-hari dengan kondisi sehat dan bugar.
2.       Al-Hakim (Allah yang Maha Bijaksana)
Memang ada pengadilan di dunia yang memberlakukan hukuman atas semua perbuatan kita yang melanggar hukum, tapi kita tidak bisa mendapatkan keadilan yang baik di sana. Jika ketidakadilan ini telah terjadi, kita berusaha sebaik mungkin untuk mewujudkannya.
Sistem peradilan kita memberi kita kesempatan untuk mendapatkan keputusan yang adil. Dan jika kita merasa bahwa keputusan PA / PN (Pengadilan Negeri / Pengadilan Negeri) tidak adil, kita dapat mengajukan banding ke PT / PTA (Pengadilan Banding / Pengadilan Tinggi Agama).
Jika kita masih belum mendapatkan keadilan / hukuman yang kita terima tidak adil, maka kita bisa mengajukan permohonan PK (Review Against MA (MA) Kami juga bisa mengajukan pengampunan kepada Presiden kita, jika kita juga tidak mendapatkan keadilan di MA. Sistem ini diciptakan untuk menciptakan keadilan nyata bagi masyarakat.
Tapi kalau itu terjadi, kita harus tawakkal (pasrah kepada Allah SWT, setelah diiringi usaha dan doa). Akan ada pengadilan tinggi yang lebih tinggi daripada Yang Maha Bijaksana di Hari Akhir.
Kebijaksanaan ini adalah cermin bagi semua pemimpin, baik dirinya sendiri, Kepala Keluarga, Orang Tua, Pemimpin Negara (Presiden / Wakil Presiden), Kepala Sekolah, Guru, Siswa, CEO, Majikan, karyawan, dan cermin untuk semua elemen masyarakat.
Dengan memanggil Asma Yaa Hakiimu-nya, Kami optimis bahwa keadilan / kebijaksanaan selalu menyertai setiap langkah kita.
3.       Al-Musawwir (Tuhan Yang Maha Esa)
   Allah SWT menciptakan ciptaan-Nya sebaik bentuknya. Lebih banyak orang diciptakan dengan kondisi yang paling sempurna daripada Mkhluk lainnya yang menciptakan Dia. Bahkan Malaikat pun kurang sempurna dari Manusia, manusia itu memiliki Aqal (pikiran). Proses pembentukan manusia baik pembentukan fisik maupun karakter (alam) sudah dimulai dari rahim ibu selama rahim. Formasi fisik meliputi; tangan, kaki, wajah, tubuh, kaki, dan rambut, dan organ tubuh lainnya.Pembentukan properti ini juga akan berkembang selama rahim ibu. Nah jika ibu selama hamil marah, marah, curang, curang, dan lainnya, maka si kecil kemungkinan akan mengikuti jejak Ibu.Disarankan agar ibu bisa melakukan hal positif,
               Dengan memanggil nama-Nya Yaa Mushowwiru, diharapkan anak yang lahir untuk dilahirkan adalah keluarga tampan, tampan, cerdas, taat dan berbudi / beragama, terlahir dan diberkati dengan sempurna, entah dia laki-laki atau laki-laki. - manusia Dan jika Allah SWT ingin dia terlahir sebagai wanita, maka dia akan menjadi keluarga yang cantik, cerdas, taat dan berbudi / beragama, sempurna lahir dan diberkati, baik akhlaqnya (moral maupun tingkah lakunya).
4.       Al Qadir (Allah Yang Maha Kuasa)
Segala sesuatu hadir dan terjadi sesuai dengan kehendak-Nya. Membuat matahari terbit dari timur dan tenggelam di barat, menentukan nasib seorang pria apakah dia orang kaya atau orang miskin adalah kehendaknya (bukan pria lain), menyembuhkan semua penyakit yang dinyatakan bersalah tidak menyembuhkan dokter, menentukan apakah dia memiliki keturunan atau tidak, , membuat makhluq dan pasangan manusia (pria dan wanita), memutuskan berpacaran, menentukan kesuksesan bisnis atau bahkan bangkrut, menentukan nasib seseorang apakah dia diterima menjadi pegawai negeri sipil (PNS), melepaskan bencana alam (seperti , banjir, tanah longsor, tsunami, gempa bumi, dll), dan lain-lain.
Kekuatan yang diberikan kepada kita saat ini adalah amanat dari Alloh SWT.Misalnya, kita mendapatkan kekuasaan menjadi presiden, wakil presiden, menteri, anggota parlemen / legislatif, Gubernur Bank Indonesia (BI), Ketua MA (MA), Ketua Mahkamah Konstitusi Kepala RT, Pemimpin RW, kepala keluarga, bupati, gubernur, ketua kelas, ketua osis, pimpinan organisasi, ketua partai, pimpinan perusahaan, dll. Kekuatan yang kita dapatkan adalah amanat yang diberikan oleh Allah SWT kepada Kita, kita harus melakukan yang terbaik, penuh rasa tanggung jawab, dan tidak mendukung individu, kelompok, atau kelompok kepentingan tertentu.
Allah SWT memiliki hak untuk mengambil kuasa yang telah Dia berikan kepada kita, jika kita tidak melakukannya dengan baik, dalam banyak hal semua bisa terjadi dengan izin-Nya. Dengan kekuatan bahwa Tuhan memiliki semua kekuatan yang telah kita dapatkan bisa hilang, dalam banyak hal, dalam keadaan apapun, kapan dan dimana saja.
Oleh karena itu jika kita ingin mengabadikan semua kekuatan yang kita miliki Kita harus menjalankan kekuatan itu dengan mandat terbaiknya, dan rasa tanggung jawabnya.
Allah Maha Kuasa atas segalanya.Dengan memanggil Asma-Nya, Kita memperoleh kekuatan baik di mata diri kita sendiri, keluarga kita, orang tua kita, teman kita, orang-orang kita, dan lain-lain. Serta dibimbing dan diperkuat untuk melatih kekuatan itu dengan rasa tanggung jawab yang besar.

Materi Aqidah Akhlak SD kelas 6 : BAB 1 Kalimat Thoyyibah

Thayyibah kalimat
Istighfar ke ALLAH SWT
Istighfar, Astaghfirullahal'azim "Saya mohon ampun kepada Tuhan Yang Maha Kuasa" adalah kalimat yang sangat singkat, namun memiliki makna yang sangat kuat, sangat dalam, sangat indah dalam kehidupan kita.Ini adalah tradisi ritual Islam yang sangat mendasar.Karena di Istighfar ada beberapa unsur spiritual, seperti yang dinyatakan dalam Al Qur'an atau Sunnah Nabi. Sejumlah ayat tentang Istighfar atau pertobatan banyak dikutip oleh Alquran dan Sunnah Nabi, misalnya:
"Ketika mereka melakukan kekejian atau penganiayaan, mereka segera mengingat Allah dan meminta pengampunan atas dosa-dosa mereka ... (QS 3: 135).
"Jadi barangsiapa memuji Tuhanmu dan memohon kepada-Nya untuk mengampuni, sesungguhnya Dia adalah Penerima Pertobatan." (QS 110: 3)
"... dan orang-orang yang memohon pengampunan sebelum fajar" (QS 3:17).
"Maha Suci Engkau, ya Allah, Tuhanku! Dan dengan segala puji bagi-Mu, ya Allah, Tuhanku, maafkanlah aku!Sesungguhnya kamu menerima pertobatan, Maha Penyayang. "(HR. Al-Hakim).
"Siapa pun yang mengalikan istighfar, maka akan diberikan kelapangan dalam setiap masalah dan jalan keluar dari kesempitan. Dan itu dihargai dari jalan yang tak terduga. "(HR. Abu Dawud dan Nasa'i).
"Hatiku sangat tertekan, jadi saya bisa bermeditasi seratus kali sehari." (HR. Muslim) Meskipun dosa-dosa Anda sebanyak ombak laut, seperti pasir di padang pasir, karena banyak daun di pepohonan, atau seluruh alam semesta, Allah SWT akan selalu memaafkan, saat Anda mengucapkan doa tiga kali sebelum tidur: Astaghfirullahal 'Adzim al-Ladzii Laailaaha Illa Huwal Hayyul Qayyuumu wa Atuubu Ilaih. (Saya meminta maaf kepada Allah Yang Mahakuasa, tidak ada Tuhan selain Dia yang Hidup dan Melestarikan (hidup), dan saya bertobat kepada-Nya). "(HR. At-Tirmidzi).
Terjemahan Istighfar : "Saya mohon maaf kepada Tuhan Yang Maha Esa" Istighfar memiliki dua makna yang jelas yang mengarah pada hubungan kita dengan Allah SWT. Semoga selama ini kita sebut istighfar mencapai maknanya.
Yang pertama, setiap kali kita mengucapkan kata sifat, maka kita meminta pengampunan dari Tuhan, mohon maafkan kesalahan kita, mintalah aib. Semakin sering kita beristighfar maka semakin kita dibersihkan dari dosa, dari kesalahan, dari aib. Karena itu Allah mencintai hamba-hamba Allah yang terus beribadah. Karena tidak seorang pun dari kita yang murni dari dosa, istighfar adalah tugas dan kebutuhan kita, bahwa Tuhan mengampuni dosa kita, mengampuni kesalahan kita dan menutupi aib kita.
Yang kedua, setiap kali kita mengatakan "tidak mahir", berarti kita meminta Tuhan, sangat memohon kepada Tuhan, bahwa Tuhan akan memperbaiki hidup kita, memperkuat iman kita, membuat kita lebih baik dalam pengabdian yang taat, membuat kita terhormat.
Biasakan berbicara dengan Astagfirullahalaziim
Setiap muslim harus memperbanyak istighfar dalam berbagai kesempatan. Paling tidak katakan: Astaghfirullah, Rabbighfirli, Allahummfirfirli, dan lain-lain. Melalui istighfar itu seseorang akan mendapatkan banyak prioritas.
Dan di Istifghar ada kekayaan dan manfaatnya. Diantara keunggulan prioritas Istighfar adalah:
1. Ini akan dihapus dan dinaikkan di peringkat. Allah Ta'ala berfirman: "Dan barangsiapa yang melakukan kesalahan dan kesalahan dirinya sendiri dan kemudian memohon kepada Allah untuk pengampunan, ia akan menemukan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS An-Nisa '[4]: 110).
2. Akan dihargai dengan rejekinya, untuk mendapatkan kedamaian batin, milik orang-orang yang halal seperti yang disebutkan di atas. Allah Ta'ala berkata: "Jadi, saya katakan kepada mereka:" Ampunilah Tuhanmu, pastilah Dia adalah Pemberi Aku pasti akan mengirim Hujanlah dengan berlimpah-limpah, dan perbanyaklah kekayaanmu dan anak-anakmu dan sediakanlah kebunmu dan jadilah sungai bagi kamu. "(QS Nuh: 10-12).
3. Memberantas dosa dan kesalahan. Setiap dosa meninggalkan noda hitam di hati.Noda hitam bisa hilang dengan melakukan istighfar. Nabi sallallaahu 'alaihi wa sallam berkata: "Memang, jika orang beriman melakukan dosa, hatinya timbul noda hitam, saat dia bertobat, berhenti dari keadaan sebaliknya, dan beristighfar, itu akan menyinari hatinya." (HR Ahmad).
4. Buatlah mudah dalam segala hal.Rasulullah saw. Alaihi wa sallam berkata: "Barangsiapa yang terbiasa dengan harga diri, Allah akan memberinya jalan keluar dari setiap kesulitan, akan memberinya kebahagiaan dari setiap kesulitan, dan akan memberikan rezeki dari arah yang tidak terduga." (HR Abu Daud dan Ibnu Majah).

Minggu, 02 Desember 2018

Video materi Aqidah Akhlak SD kelas 6 : Akhlak Terhadap Lingkungan

Video materi Aqidah Akhlak SD kelas 6 : Kisah Nabi Muhammad SAW Keistimewaan Muezza Kucing Rasulullah - Kartun A...

Video materi Aqidah Akhlak SD kelas 6 : Mencegah Dosa Besar (Akhlak Tercela)

Video materi Aqidah Akhlak SD kelas 6 : Akhlak Terpuji Kepada Diri Sendiri tawakal, ikhtiar, sabar

Video materi Aqidah Akhlak SD kelas 6 : Iman kepada Qada dan Qadar

Video materi Aqidah Akhlak SD kelas 6 : Asmaul Husna

Video materi Aqidah Akhlak SD kelas 6 : Belajar mengucapkan kalimat thayyibah